
- Penulis: Fransiskus Laka Lazar, Agustinus Manfred Habur, Yosefina Rosdiana Su, Novita Eka Tristiana, Maria Olga Jelimun, Fransiska Widyawati, Adrianus Nabung, Erna Mena Niman, Hieronimus Canggung Darong, Ans Prawati Yuliantari, Yosefina Helenora Jem, Raymundus Bed, Tobias Gunas, Fransiskus Jemadi, Marianus Mantovanny Tapung, Martin Chen, Hubertus Aliansi Jehata, Maksimilianus Jemali
- Jumlah Halaman: 280
Lanskap pariwisata kontemporer saat ini terjebak dalam dikotomi paradoksal yang krusial. Di satu sisi, industri pariwisata telah memantapkan posisinya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi global yang menjanjikan akselerasi kemakmuran serta konvergensi lintas budaya. Namun, di sisi lain, ekspansi turisme massal yang bercorak ekstraktif sering kali menimbulkan eksternalitas negatif berupa degradasi ekosistem yang masif, komodifikasi identitas kultural, hingga desakralisasi situs-situs spiritual. Buku bunga rampai yang berjudul TURISME DAN KATOLISISME, Manifesto Pariwisata Holistik Dalam Oikos Allah ini hadir sebagai respons intelektual atas
kegelisahan sosiologis tersebut. Melalui serangkaian konstruksi gagasan yang komprehensif, karya ini membedah dialektika dampak turisme sekaligus mengeksplorasi peluang inovatif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Secara khusus, fenomena sosioreligius di wilayah Manggarai, yang terwujud dalam festival Golo Koe, Golo Curu, dan Lembah Sanpio Kisol, diangkat sebagai model pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada kekuatan spiritual. Dalam perspektif ini, Gereja Katolik memosisikan pariwisata bukan sekadar sebagai industri jasa, melainkan sebagai locus pewartaan yang profetik; sebuah ruang di mana kesadaran akan alam sebagai oikos (rumah tangga) Allah dihidupkan kembali sebagai fondasi etis bagi perlindungan keutuhan ciptaan.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.